
TEKNIK.UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menunjukkan kiprah nyata dalam pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna. Pada kegiatan yang berlangsung di Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Pada tanggal 30 November 2025 tim HMS memperkenalkan Insinerator Pembakaran Sampah Minim Asap, sebuah karya mahasiswa yang dirancang untuk membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah.
Kegiatan diperkenalkan langsung oleh Tim Kerja HMS dan disaksikan oleh sekitar 25 warga desa. Hadir pula Kepala Desa Tamasaju, Bapak Abdul Azis, S.Sos., M.Si., serta Ketua BPD Desa Tamasaju.
Dalam sambutannya, Ketua BEM Unismuh Makassar, Andi Rama Ramadhan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi mahasiswa. Menurutnya, karya ini bukan hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai inovasi mahasiswa yang berdampak langsung pada kehidupan sosial masyarakat.
Hal senada disampaikan Ketua HMS, Ashabul Kahfi Sukardi, yang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, mulai dari Kaprodi Teknik Pengairan, pengurus himpunan, seluruh mahasiswa, hingga masyarakat Desa Tamasaju yang turut berpartisipasi. “Karya ini adalah hasil kolaborasi dan semangat bersama untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kaprodi Teknik Pengairan, Bapak Ir. M. Agussalim, S.T., M.T., menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran yang sesungguhnya.
Setelah sesi sambutan, mahasiswa memperkenalkan dan mendemonstrasikan cara kerja Insinerator Sampah Minim Asap di hadapan warga. Alat ini dirancang agar mampu membakar sampah dengan efisiensi tinggi dan minim polusi, sehingga menawarkan solusi atas permasalahan sampah yang selama ini dihadapi masyarakat.
Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka berharap alat ini dapat segera dimanfaatkan sebagai bagian dari pengelolaan sampah desa.
Sebagai rangkaian penutup kegiatan, HMS Unismuh Makassar melaksanakan bakti sosial di Pantai Tamasaju dengan membersihkan sampah di area pesisir. Ke depan, sampah yang terkumpul diharapkan dapat diolah menggunakan alat insinerator tersebut. Mahasiswa juga berharap adanya dukungan lanjutan dari pihak kampus maupun pemerintah setempat untuk penyempurnaan alat dan keberlanjutan program.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa dapat hadir sebagai solusi konkret bagi masyarakat, sekaligus menguatkan peran perguruan tinggi dalam pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.




